1. Bagaimana cara mengosongkan kas laci dan omset?

Untuk mengosongkan kas laci bisa dilakukan setoran kas laci ke kas bank/kas besar. Untuk mengosongkan omset perlu dilakukan reset keuangan tetapi menghapus keseluruhan data transaksi dan keuangan dari akun Smartowner.

 

2. Darimana rumus pendapatan bersih didapat?

pendapatan bersih didapat dari rumus:

pendapatan bersih = pendapatan kotor – pengeluaran – diskon + pajak – piutang usaha. 

 

3. Apa perbedaan omset dan total uang cash yang di terima ?

Jadi untuk omset didapatkan dari pendapatan transaksi baik yang sudah dibayar ataupun belum lunas, namun belum termasuk akumulasi pajak dan diskon yang diterapkan.


sedangkan untuk total uang cash dan debit diterima adalah jumlah uang cash dan debit yang diterima atau masuk pada periode tertentu. Baik berupa transaksi order lunas, DP (down payment), pelunasan, atau top up paket deposit dan epayment. 


4. Apakah pencatatan akuntansi Smartlink berbasis akrual?

Iya benar. Pencatatan smartlink menggunakan basis akrual dimana pencatatannya terjadi walaupun kas/uang belum diterima.

Contoh akuntansi basis akrual adalah:
virli melaundry tgl 20 Oktober, total 100.000 . Kemudian transaksi dibayar tgl 25 Oktober.
– maka 100.000 ini dimasukan jurnal sebagai pendapatan pada 20 oktober total 100.000
– pada 25 oktober dimasukan jurnal sebagai pelunasan piutang.

 

5. Darimana asal pendapatan lain-lain pada laporan neraca?

Pendapatan lain-lain berasal dari pendapatan lain yang bukan dari pendapatan transaksi, misalnya pendapatan dari menyewakan mesin cuci dll dan diinputkan dengan entry keuangan manual (penjurnalan manual). 

 

6. Bagaimana cara menghitung depresiasi?

Untuk menginputkan depresiasi bisa menghitung dahulu nilai depresiasinya dengan rumus: 

(Harga awal – Harga Akhir) : Umur ekonomis

kemudian masuk ke menu keuangan > entry keuangan manual> klik tambah > pilih akun debit pilih depresiasi >pilih akun kredit peralatan. *catatan: pastikan sebelumnya nilai peralatan telah diinputkan pada penjurnalan.


7. Apakah total angka pada Laporan Laba Rugi harus sama dengan total saldo pada Laporan Neraca?

Terkait total angka pada Laporan Laba Rugi dan total saldo pada Laporan Neraca tidak harus sama.

  • Untuk rumus Laporan laba rugi
    = pendapatan transaksi – total biaya
  • Sedangkan untuk Neraca adalah adalah
    Aset = Modal + Hutang

untuk total saldo neraca didapat dari saldo akhir pada periode yang dipilih dan menggambarkan keseimbangan laporan keuangan yang dilakukan.