Sistem Penggajian Karyawan Laundry dan Manfaatnya

Smartlink

Ilustrasi menerapkan sistem penggajian karyawan laundry. Foto: Unsplash.com

Menentukan sistem penggajian karyawan laundry merupakan hal yang penting untuk diperhitungkan oleh pemilik bisnis. Hal itu menyangkut pada kepentingan manajemen sumber daya manusia dan operasional bisnis secara keseluruhan.

Di samping itu, penerapan sistem penggajian yang baik berdampak pada produktivitas pegawai dan kesehatan finansial usaha yang sedang dikembangkan. Bagi Anda yang ingin menentukan sistem penggajian yang tepat untuk karyawan laundry, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Kenapa Sistem Penggajian Karyawan Laundry Penting?

Setiap lini usaha memerlukan penerapan sistem penggajian karyawan yang tepat, termasuk bisnis laundry. Itulah sebabnya, aspek ini sangat penting untuk diperhitungkan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda perlu memperhatikan sistem penggajian pegawai laundry.

1. Membangun motivasi karyawan

Tak dimungkiri, gaji merupakan salah satu faktor utama yang memotivasi karyawan untuk mempertahankan performa kerja agar tetap optimal. Gaji yang sesuai dengan kontribusi karyawan pada bisnis laundry secara tak langsung memotivasi mereka untuk memberikan yang kinerja terbaik.

2. Membangun citra bisnis

Sistem penggajian yang sesuai nyatanya bisa membangun citra positif bagi bisnis laundry yang Anda kembangkan. Sebab, hal tersebut bisa menjadi daya tarik bagi calon karyawan yang berpotensi serta memberikan kesan baik kepada pelanggan dan mitra bisnis.

3. Manajemen keuangan lebih efisien

Sistem penggajian yang baik dapat membantu pemilik bisnis mengelola anggaran menjadi lebih efisien. Hal itu mempermudah dalam perencanaan keuangan jangka panjang sekaligus pemenuhan kewajiban finansial terhadap karyawan.

4. Transparansi dan kepercayaan

Penggajian yang transparan membantu membangun kepercayaan antara manajemen dan karyawan. Hal itu karena karyawan merasa dihargai dan memiliki pemahaman terkait sistem perhitungan gaji yang ditetapkan.

5. Produktivitas dan kinerja

Disadari atau tidak, sistem penggajian yang tepat juga dapat mendorong karyawan untuk melampaui target kinerja yang ingin dicapai.

Sistem Penggajian Karyawan Laundry

Ilustrasi menghitung gaji karyawan laundry. Foto: Unsplash.com

Ada beberapa jenis sistem penggajian pegawai laundry yang bisa Anda terapkan. Sebelum itu, perlu Anda pahami bahwa penerapan sistem penggajian dapat berbeda-beda, bergantung pada  lokasi, jenis bisnis laundry, peran karyawan, serta kebijakan bisnis. 

Secara umum, sistem penggajian pegawai laundry dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Gaji tetap

Tak sedikit pebisnis laundry yang menerapkan sistem gaji tetap yang dibayarkan per bulan atau bahkan per minggu. Sistem pembayaran jasa karyawan ini dapat disesuaikan berdasarkan peran karyawan, pengalaman kerja, dan tanggung jawab yang diemban.

2. Gaji per jam

Sistem penggajian karyawan yang satu ini dihitung berdasarkan jumlah jam kerja yang dilakukan dalam periode waktu tertentu.

3. Bonus

Selain gaji pokok, beberapa pemilik laundry menawarkan bonus tambahan kepada setiap karyawan apabila mereka mencapai target tertentu dan ikut berkontribusi pada keberhasilan pengembangan usaha laundry.

4. Gaji lembur

Usaha laundry biasanya memiliki jam operasional yang cukup panjang. Hal itu membuat karyawan di dalamnya bekerja melebihi durasi kerja standar. Karena alasan itulah, beberapa pemilik laundry memberikan upah lembur sesuai dengan kebijakan berlaku.

5. Gaji berdasarkan kontrak

Beberapa karyawan laundry bekerja berdasarkan kontrak atau perjanjian tertentu. Nantinya, gaji mereka dapat ditentukan secara terperinci dalam kontrak tersebut.

Berapa Gaji Karyawan Laundry Per Bulan?

Hampir sama seperti gaji pekerja layanan jasa pada umumnya, upah karyawan laundry per bulan dapat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gaji pegawai laundry berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. Angka tersebut bisa saja mengalami kenaikan seiring dengan pengalaman yang dimiliki oleh pegawai.

Cara menentukan gaji karyawan laundry juga bisa diterapkan dengan sistem komisi. Misalnya saja, Anda menetapkan gaji pokok harian karyawan sebesar Rp25 ribu. Sedangkan uang komisi untuk mencuci atau menyetrika sebesar Rp2 ribu per kilogram dengan rata-rata pengerjaan sebanyak 30 kilogram per hari.

Maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

Gaji pokok + komisi harian cuci dan setrika

= Rp25.000 + (Rp2.000 x 30) = Rp25.000 + Rp60.000 = Rp85.000

Jika Anda menerapkan libur di hari Minggu, maka kisaran gaji karyawan laundry per bulannya sebesar Rp2.210.000

Lalu, idealnya berapa jumlah karyawan laundry agar bisnis berjalan lancar? Menurut informasi yang dihimpun Smartlink, Anda bisa mempekerjakan 1 hingga 2 karyawan untuk usaha laundry skala kecil.

Sementara bisnis laundry berskala menengah, setidaknya memerlukan 5 hingga 10 karyawan bahkan lebih. Jumlah tersebut sudah mencakup staf produksi yang bertugas di mesin cuci dan pengering, pramuniaga, penyetrika, hingga supervisor.

Sedangkan untuk usaha laundry berskala besar membutuhkan setidaknya puluhan hingga ratusan karyawan. Hal itu mengingat kebutuhan operasi yang berlangsung selama 24 jam penuh serta cakupan pelanggan yang luas.

Kesimpulan

Sistem penggajian karyawan laundry memengaruhi banyak aspek dalam operasi perusahaan dan hubungan dengan karyawan. Tak hanya berkaitan dengan kesejahteraan karyawan, tetapi juga dengan keberhasilan bisnis secara keseluruhan. 

Perlu Anda ingat bahwa penerapan sistem penggajian pegawai harus disesuaikan dengan skala bisnis yang dikembangkan. Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan strategi pengembangan bisnis lebih besar lagi.

Menerapkan sistem penggajian karyawan bisa lebih efektif dan akurat dengan aplikasi Smartlink. Dilengkapi dengan fitur Smart Owner, Anda dapat menginput gaji, komisi dan kasbon karyawan. Mudah dan praktis, bukan?