Laporan Keuangan Laundry Beserta Contohnya yang Perlu Anda Ketahui

Smartlink

Ilustrasi menyusun laporan keuangan laundry. Foto: Unsplash.com

Menyusun laporan keuangan laundry merupakan kegiatan penting yang tak bisa dilewatkan. Secara umum, laporan keuangan dapat memudahkan dalam pengelolaan bisnis, termasuk usaha laundry.

Lebih dari sekadar mencatat biaya operasional dan pendapatan, laporan keuangan bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. 

Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui cara menyusun laporan keuangan untuk bisnis laundry pribadi, simak pemaparan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Laporan Keuangan Laundry?

Singkatnya, laporan keuangan laundry merupakan ringkasan tertulis dari informasi keuangan yang terkait dengan operasi bisnis laundry. Melalui catatan keuangan ini, Anda bisa mendapatkan gambaran tentang kesehatan finansial bisnis, termasuk pendapatan, biaya, laba, dan posisi keuangan secara menyeluruh.

Menyusun laporan keuangan hendaknya dilakukan secara terperinci. Sekecil apa pun transaksi yang dilakukan wajib dicatat. Hal itu bertujuan untuk menghindari terjadinya kecurangan bahkan risiko kerugian dalam bisnis laundry.

Sebagian besar pebisnis laundry mencatat laporan pendapatan harian maupun bulanan untuk mendapatkan detail yang lebih akurat. Berikut contoh laporan yang bisa Anda jadikan referensi.

  • Contoh laporan keuangan laundry kiloan harian
Laporan pendapatan harian. Foto: Tangkapan layar buku Bisnis Laundry Kiloan oleh Bang Aswi
Laporan pengeluaran harian. Foto: Tangkapan layar buku Bisnis Laundry Kiloan oleh Bang Aswi
  • Contoh laporan keuangan laundry kiloan bulanan
Laporan pendapatan bulanan. Foto: Tangkapan layar buku Bisnis Laundry Kiloan oleh Bang Aswi
Laporan pengeluaran bulanan. Foto: Tangkapan layar buku Bisnis Laundry Kiloan oleh Bang Aswi

Manfaat Menyusun Laporan Keuangan Bisnis Laundry

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menyusun laporan keuangan untuk bisnis laundry membantu pemilik dalam mengambil keputusan strategis. Misalnya saja untuk merencanakan investasi dalam peralatan baru, mengevaluasi efisiensi operasional, hingga mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan layanan.

Selain bermanfaat untuk kebutuhan internal, laporan keuangan juga bisa digunakan untuk keperluan pihak eksternal, seperti investor atau pemberi pinjaman, hingga petugas pajak. Umumnya, pihak eksternal tersebut membutuhkan laporan keuangan untuk menilai kesehatan finansial bisnis dan potensi pengembalian investasi. 

Itulah sebabnya, jenis laporan ini harus disusun sedetail mungkin agar hasilnya akurat. Umumnya, laporan keuangan dalam bisnis laundry meliputi tiga laporan berikut:

1. Laporan laba rugi

Jenis laporan ini berisi pendapatan dan biaya selama periode waktu tertentu, umumnya dalam kurun satu tahun. Laporan laba rugi berisi data pendapatan dari layanan laundry, biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya listrik, sewa tempat, dan masih banyak lagi.

Laporan laba rugi membantu Anda dalam memberi gambaran apakah bisnis laundry yang dijalankan menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian dalam periode yang ditentukan.

2. Laporan posisi keuangan

Laporan ini memberikan gambaran tentang aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik bisnis pada titik tertentu dalam waktu. Adapun data dalam laporan ini meliputi properti, peralatan, piutang dari pelanggan, dan sebagainya. 

Sementara itu, kewajiban mencakup utang kepada pemasok, pinjaman, dan berbagai jenis kewajiban lainnya.

Sedangkan ekuitas pemilik merupakan selisi antara aset dan kewajiban. Ekuitas mencerminkan nilai pemilik dalam sebuah bisnis. Berikut contoh penyusunannya.

Laporan Perubahan Ekuitas. Foto: Tangkapan layar buku Belajar Mudah Akuntansi Dasar

3. Laporan arus kas

Jenis laporan ini menguraikan aliran masuk dan keluar uang dalam bisnis selama periode tertentu. Adapun fungsi dari adanya laporan arus kas yakni membantu Anda dalam memantau keuangan yang masuk dan keluar untuk keperluan bisnis.

Cara Membuat Laporan Keuangan Usaha Laundry

Terdapat beberapa langkah dalam menyusun laporan keuangan untuk bisnis laundry. Dihimpun dari beberapa sumber, berikut tahapan yang perlu Anda lakukan.

1. Mengumpulkan data keuangan

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan, yakni mengumpulkan semua data keuangan yang relevan dengan pendapatan dan biaya bisnis, seperti catatan transaksi, bukti pembayaran, faktur, dan catatan lainnya.

2. Menyusun laporan laba rugi, posisi keuangan, hingga arus kas

Selanjutnya, buat laporan laba rugi yang mencakup penjumlahan pendapatan dari semua layanan laundry, biaya operasional (biaya bahan kimia pembersih, listrik, gaji karyawan, sewa tempat, dan sebagainya).

Berikut contoh laporan laba rugi yang bisa Anda jadikan referensi.

Laporan laba rugi. Foto: Tangkapan layar buku Belajar Mudah Akuntansi Dasar

Kemudian, Anda bisa mengurangi biaya dari pendapatan untuk mendapatkan laba kotor. Lalu, kurangkan biaya lain, seperti pajak dan biaya administratif untuk mendapatkan laba bersih.

Sedangkan untuk menyusun laporan posisi keuangan, Anda bisa memasukkan semua aset yang dimiliki bisnis binatu, seperti mesin cuci, pengering, kendaraan, dan sebagainya.

Jangan lupa untuk mendata semua kewajiban bisnis, seperti hutang kepada pemasok, pinjaman, dan kewajiban lainnya. Kemudian, hitung ekuitas pemilik sebagai selisih antara aset dan kewajiban.

Lalu, Anda perlu menyusun laporan arus kas yang mencakup seluruh arus masuk uang selama periode tertentu, termasuk pendapatan dari layanan laundry dan penerimaan lainnya.

Jangan lupa untuk menyertakan semua arus keluar uang, seperti pembayaran biaya operasional, investasi dalam peralatan, dan pembayaran utang.

Agar mempermudah Anda dalam menyusun data keuangan dengan efektif dan rapi, manfaatkan lembar kerja atau spreadsheet.

3. Lakukan verifikasi

Setelah seluruh data sudah disusun dengan akurat, lakukan verifikasi atau pemeriksaan ulang untuk memastikan transaksi sudah tercatat dengan benar dan menghindari terjadinya kesalahan.

4. Mulai analisis laporan keuangan

Apabila laporan berhasil disusun, Anda bisa langsung melakukan analisis untuk memahami kinerja finansial bisnis laundry yang dijalankan. Melalui laporan tersebut, Anda dapat mengidentifikasi tren, melakukan perbandingan harga antara bulan atau tahun sebelumnya, serta mengetahui aspek bisnis laundry yang perlu dimaksimalkan.

5. Dokumentasikan laporan keuangan

Selanjutnya, Anda bisa menyimpan laporan keuangan bisnis laundry yang sudah disusun. Nantinya, laporan keuangan tersebut berguna untuk keperluan audit, melacak perkembangan bisnis, hingga melakukan pertemuan dengan pihak eksternal bisnis laundry Anda.

Kesimpulan

Laporan keuangan laundry berperan membantu pebisnis dalam membuat keputusan strategis, seperti menilai efisiensi operasional, merencanakan investasi pada peralatan baru, atau mengenali bidang yang memerlukan perbaikan. 

Merapikan serta mengelola catatan keuangan dengan cermat merupakan langkah penting agar laporan keuangan dapat dibuat dengan akurasi yang tepat.

Memantau keuangan bisnis laundry semakin mudah dengan Smartlink. Cukup dengan satu aplikasi, Anda bisa mengatur bisnis laundry dengan efektif, mulai dari manajemen kas dan penggajian, hingga mengukur performa bisnis. Tunggu apalagi? Yuk, cobain sekarang!